Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah mendapat kepercayaan dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Negeri dan Swasta se-Kota Bandar Lampung sebagai tujuan studi tiru dalam rangka meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Studi tiru ini dilaksanakan pada Rabu (15/02/2023) mulai pukul 10.30 WIB dan dihadiri oleh 152 Kepala Sekolah Dasar se-Kota Bandar Lampung. Rombongan dipimpin oleh Ketua K3S Kota Bandar Lampung, Kusrina, S.Pd., M.Pd. beserta Sekretaris K3S, Taufik Hidayat, S.Pd. Pejabat dinas pendidikan yang turut mendampingi adalah Kepala Bagian Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Ibu Mega Puri, M.Pd.
Plh. Kabag Umum yang mewakili Kepala BBGP Provinsi Jawa Tengah, Drs. Sri Mulyono, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan bergantinya LPPKSPS menjadi BBGP Provinsi Jawa Tengah saat ini membuat pelayanannya tidak bisa menyebrang sampai ke Kota Bandar Lampung lagi. Namun demikian, kalau ada kerjasama masih memungkinkan namun harus memberi tahu ke Balai Guru Penggerak setempat. Beliau melanjutkan, “Kami masih melayani untuk penguatan kepala sekolah dengan kabupaten/kota lainnya karena kalau mengenai kepala sekolah dan pengawas sekolah, BBGP Provinsi Jawa Tengah menjadi center-nya.” Hal ini dikarenakan terdapat 13 warisan modul kepala sekolah dan pengawas sekolah saat ini sedang di-”godok” untuk menjadi materi peningkatan kompetensi berkelanjutan di Pokja Regulasi Ditjen GTK yang semoga kedepannya dapat dinikmati oleh semua kepala sekolah di BBGP/BGP seluruh Indonesia.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kabag Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Ibu Mega Puri, M.Pd. menyatakan bahwa BBGP yang dulunya adalah LPPKSPS selalu ada di hati karena jalinan kerjasama yang telah berlangsung sejak tahun 2018. Disampaikan juga bahwa saat ini Kota Bandar Lampung sudah mengangkat 17 orang kepala sekolah dari Guru Penggerak angkatan 2 dan 5. Ke depan kebutuhan kepala sekolah masih banyak dan Kota Bandar Lampung komitmen mengangkat dari guru penggerak.
Kegiatan selanjutnya diwarnai oleh berbagai pertanyaan yang dibutuhkan oleh peserta studi tiru kepada BBGP Provinsi Jawa Tengah. Diskusi berlangsung secara dua arah dan interaktif. Diharapkan dengana danya studi tiru ini dapat menjadi pengalaman berbagi praktik baik yang dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh peserta studi tiru.